Dimanja Tiga Majikan Cantik
Dia menarik kursi makan dengan kasar hingga menimbulkan bunyi decitan yang memekakkan telinga di lantai marmer, lalu menghempaskan pantatnya di sana seolah dia sedang kesal pada seluruh dunia.
"Sumpah ya, aku nggak mau lagi diajak mama ke tempat terkutuk kayak desa kemarin itu, seumur hidup aku nggak bakal mau nginjek tanah becek lagi," gerutu Claudia panjang lebar sambil meletakkan tangannya di atas meja makan.
"Liat nih kuku aku, Ra. Warnanya jadi kusam banget gara-gara kena debu desa, padahal ini nail art impor dari Korea yang harganya mahal banget."