Bara Dendam Sang Prabu Boko
"Mereka bukan sembarang perempuan. Bukan gadis-gadis penghibur dari watak-watak yang kita jarah selama ini. Mereka pengendali api. Ilmu kanuragannya tidak main-main, benar-benar dahsyat, aku bisa merasakannya."
Klarang mendengus pelan, rahangnya mengeras. "Mungkin kau yang terlalu berhati-hati, Kakang Arya." Tapi kilatan di matanya tak bisa menyembunyikan keterkejutan kecil yang menyelinap. Ia menatap Mayang dan Sri Gunting dengan seringai arogan, seolah meremehkan apa yang baru saja disaksikannya. "Wah, ternyata kau panas juga, gadis Walaing. Pantas saja tak mau dipegang," katanya dengan nada mencemooh. Klarang memang menyangka kedua gadis itu perempuan penghibur watak, sama seperti daerah
Hot Chapters