Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menyerah

Menyerah

Pov Author Dita menatap nanar Elman yang duduk di seberangnya, entah punya dendam apa Elman padanya, hingga tega menghancurkan dia tanpa ampun. Setelah penolakan terhadap janin yang ada di perutnya, kini dia harus menerima kenyataan bahwa perusahaannya kalah tender. Bagaimana bisa? Semua persyaratan sudah dipenuhi, kredibilitas perusahaannya pun sudah teruji, perusahaan milik ayahnya itu bukan perusahaan kaleng-kaleng. Dan satu lagi, Elman adalah konsultannya, bagaimana mungkin bisa kalah tender?
1017.9K viewsCompletedAdded to Library 680 Times as contending
Read
+Library
Difficult

Difficult

Endi keluar dari kamar menatap Leo ingin tahu. Leo berjalan kearahnya “Tahap pendekatan.” “Dengan keduanya?” Endi menatap tidak percaya. Leo mengangguk “Sebelum janur kuning melengkung masih milik bersama.” “Terserah.” Endi menutup pintu dengan kencang, Leo yang berada tidak jauh darinya menatap tidak percaya dengan apa yang dilakukan. “HEI, INI APARTEMEN AKU KALAU ADA YANG RUSAK KAMU HARUS GANTI!”
6.5K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as contending
Read
+Library
SELINGKUH

SELINGKUH

Hola, happy reading and enjoy! Chapter 14 Adik Ipar Seorang pria berkacamata duduk di seberang meja Sheila, pria itu terlihat resah dan berulang kali membenarkan posisi kacamatanya. Demi Tuhan, Sheila tidak ingin menangani kasusnya tetapi Jason bersikeras jika hanya Sheila yang dapat memenangkannya. Jika istri pria di depannya yang menyewa jasanya, Sheila bersedia bertarung hingga jungkir balik sekali pun.
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 338 Times as contending
Read
+Library
Antara Cinta dan Dendam

Antara Cinta dan Dendam

Dia teringat sesuatu. “Tapi ini tidak adil!” Seketika Rafael menatap Aldrick marah. “Kenapa, Nona. Tidak senang kalau Donry masih hidup.” Aldrick mengernyitkan alis. “Sebentar lagi aku akan keracunan. Oh tidak ... tenggorokanku rasanya kering.” Rafael memegangi lehernya dan meneguk ludahnya dengan keras. Keringat dingin keluar sangat banyak.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as contending
Read
+Library
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Yang paling Dini suka yaitu menghafal cepat rumus enam belas tenses. Ada dua cara, yaitu bisa dengan nyanyian "I do" dan bisa dengan hafalan manual. Kuncinya hanya perlu menghafal beberapa kata ini. Verb 1 (kata kerja satu): simpel present Verb 2 (kata kerja dua): past Will : future Would : past future Have : present perpect Had : past perfect (Am, is, are/ tobe present + Verb ing) : present continuos (Was, were/ tobe past + Verb ing) : past continuos
104.4K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as contending
Read
+Library
Conqueror

Conqueror

ucap Lucas dengan sombong. Lucas mengumumkan peraturan pertandingan, dan itu membuat keributan di sekitar. "Aku menolak," balas William dengan tegas. William menolak peraturan yang disebutkan Lucas kepadanya. Bukan tanpa alasan dia menolaknya, tetapi karena dia memang ingin benar-benar menguji kemampuannya, menguji semua metode yang dia pikirkan dan pelajari selama ini, jika dia harus bertarung dengan pengguna roh.
9.82.8K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as contending
Read
+Library
Choice

Choice

Siapa yang wajahnya masih bisa terlihat utuh di kamera, dialah pemenangnya. Tanpa disangka hasilnya Reihan dan Maya beradu di akhir game. Reihan merasa sungkan harus menghadapi Maya. Dia menolak untuk menyelesaikan game ini. Tapi Maya justru menantangnya. Mereka duduk bersebelahan. Mata mereka bertemu dan seulas senyum tersungging. “Kamu pasti kalah,” Ucap Maya yakin. Reihan menggeleng mantap.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as contending
Read
+Library
MASTER ALKEMIS

MASTER ALKEMIS

Kini, pertarungan telah memasuki fase saling menahan. Keduanya menunggu— menanti satu celah mematikan untuk mengakhiri segalanya.
9.960.6K viewsOn holdAdded to Library 1.3K Times as contending
Read
+Library
Dalam Rengkuhan Sang Antagonis

Dalam Rengkuhan Sang Antagonis

“Aku mohon.” Kaliel menatap mata Tatiana lama sekali, mencari celah keraguan di sana, namun ia tidak menemukannya. Ia menggeram rendah, merasa kalah oleh tekad wanita di depannya. "Jika dia bergerak satu inci saja ke arahmu, aku akan mendobrak pintu itu dan mengakhirinya saat itu juga," ancam Kaliel dengan nada mematikan. ***
809 viewsCompletedAdded to Library 29 Times as contending
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status