Tolong Perlahan, Dokter Nate!
Ariel merapikan rambut, menyampirkan shoulder bag-nya, lalu bergegas keluar dari apartemennya.
---
Begitu masuk ke dalam taksi online, ia menatap keluar jendela, melihat lampu kota yang berlari di balik kaca.
“Outline novelku juga belum kelar...” desahnya, memandangi buku catatan yang terbuka di pangkuannya.
Beberapa kalimat tergores setengah jadi di sana: “Pertemuan yang memaksa, tapi meninggalkan bekas yang terlalu dalam.”