Ifat
Tanpa aku tahu, ternyata Uni Fitri, Bang Idris, Bang Fahmi dan juga istrinya, telah menyiapkan uang mahar yang tujuh ratus rupiah itu.
Mereka semua, dengan dibantu oleh anak-anak muda di lingkungan kami, mencari tujuh keping uang koin seratus rupiah lama.
Yaitu uang koin edisi 1978 dengan gambar berupa gunungan wayang di satu sisi, dan rumah adat Minangkabau di sisi lainnya.
Ketujuh uang koin itu mereka susun di dalam sebuah bingkai yang cantik dengan penampang yang terbuat dari kaca akrilik, sehingga semua sisi uang koin itu bisa dilihat dari segala arah.
Hot Chapters