Kesempatan Kedua Untuk Menghancurkanmu
Benar saja, ternyata di lututnya ada memar, pantas ia merasa sakit hingga kesulitan untuk berjalan.
Kini, terlihat luka-luka itu mulai membengkak, Laura mencoba membuka laci yang ada di samping tempat tidurnya, berharap kotak obat yang biasanya ia gunakan ada disana. Tapi, segera harapan itu pun sirna, karena kotak itu tidak ada lagi disana, Laura kembali tersenyum, sangat menyedihkan, ia tau Vino tidak pernah bermain-main dengan ucapannya, apa yang ia katakan pasti akan ia lakukan, bahkan ia juga tau bahwa Vino adalah pria kejam.
Hot Chapters