Mahligai yang terkoyak
Hendra berlari menemuinya.
“Indah, Dira. Penyakitnya kumat lagi. Kata dokter, Dira harus cepat dilakukan operasi. Jika tidak ditangani dengan cepat, tumor di bagian perut bisa merenggut nyawanya,” lirih Hendra menjelaskan. Pria setengah baya ini, tampak pasrah akan takdir Tuhan. Pekerjaannya sebagai buruh bangunan tak kan mampu membiayai operasi Dira yang begitu besar. Untuk makan saja susah. Indah terdiam sesaat. Dia juga bingung harus meminta bantu pada siapa. Dia mencoba menghubungi Luna. Namun, tak diangkat.
Hot Chapters