Sabtu Malam Lisa
Kris segera berbalik meninggalkan Lisa dengan langkahnya yang lebar dan gesit.
“Terima kasih, Tuan Ketus!” Ujar Lisa, suaranya sedikit keras, berharap sampai ke telinga Kris yang belum-belum sudah berjarak jauh sekali darinya.
Lisa tak lagi ambil soal. Pandangannya kembali merayapi tembok koridor. Kali ini Lisa ingin lebih rinci mengamati lukisan. Ia membagi lukisan dalam beberapa kelompok. Ada lukisan pemandangan alam, hewan, buah-buahan, kapal-kapal, dan orang-orang—perempuan-perempuan—serta beberapa lukisan abstrak. Sampai pada lukisan-lukisan tertentu, ada sesuatu yang disadari Lisa. Meskipun lukisan-lukisan itu memiliki tema yang berbeda, goresan-goresan cat itu hampir semuanya berasal
Bab Populer