Penguasa Dewa Naga
Opi si Frosenix malah terlihat kegirangan, memperhatikan suasana mencekam yang diakibatkan oleh musuh di depannya.
Sedangkan nonanya malah tersenyum dengan satu sisi bibirnya, meremehkan Raja Marbun Bidara. Tangan kanannya kini di angkat perlahan-lahan, dibarengi aura ranah yang muncul, serta energi dingin yang menyelimuti telapak tangan. Tangannya terus naik perlahan-lahan hingga sejajar dengan matanya, lalu tiba-tiba dihentakkan lurus ke depan, sejajar dengan bahunya. Telapak tangan dan jarinya menghadap ke depan, dibarengi lemparan sebuah artifak dari tangan kirinya.
Wushh!!