Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

(Kendrik). Jogja, 29 September 2021 *** footnote: *areola: bagian payudaraa yang tengah, berwarna coklat **mak tlebuk: (bahasa Jawa) suara benda jatuh ***Dohai: karateka yang tingkatannya lebih rendah. Dalam karate, tingkat ditentukan oleh warna sabuk.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
DIA ATAU DIA

DIA ATAU DIA

“Bagaimana kita masuk?” Aidan melihat sekeliling dan menyentuh dinding bangunan dengan teliti. “Ada pintu rahasia di sisi kiri. Kita hanya perlu menemukan cara untuk membukanya.” Dengan langkah hati-hati, mereka mendekati pintu itu, siap menghadapi apa pun yang menanti di dalam.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

GRUP CHAT RAHASIA SUAMIKU

Yudha berceloteh panjang lebar diiringi tawa, begitupun Haifa, tersenyum sambil mengacungkan jempol. "Ini namanya daun salam dan serei. Ini biji ketumbar dan lada," kata Haifa menerangkan, gak merasa aneh karena memang dia tahu persis tipe pria di depannya. Sampai kuliah mau akhirpun, dia tidak pernah hidup susah, semua disediakan Ibu. "Mas berat?" Tanya Haifa melirik Yudha yang menenteng bawaan yang cukup banyak.
9.3259.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Mendadak sekali Langit ingin mengumumkan sesuatu di tengah-tengah acara makan. “Ma, Om Kalingga, Tante Bening, saya ingin memberitahukan bahwa saat ini Dahayu.. sedang hamil.. sekitar delapan minggu. Mohon doanya semoga kehamilan Dahayu berjalan lancar hingga hari persalinan.” Mendengar berita kehamilan Dahayu, orang-orang di ruang makan refleks terkejut. Pengumuman Langit sungguh tak terduga.
9.8127.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
MASTER PEDANG DARAH

MASTER PEDANG DARAH

“Hanya seorang pecundang rendahan. Berani sekali kau menjadi lawanku. Terima ini!!!” “Aaaarrrgghh!” SET! Belum sempat Zhang Xu Feng bangkit dari posisinya, lawannya yang tak lain adalah Zhu Hao dengan sengaja menginjak punggung Zhang Xu Feng menggunakan teknik Dianxue atau juga dikenal sebagai Titik Kematian atau Menekan Titik Tekanan akupuntur sang lawan hingga tak dapat bergerak sesuai keinginan. Setelah berhasil mengendalikan Zhang Xu Feng, kemudian Zhu Hao mengangkat tubuh Zhang Xu Feng dengan perkasa, lalu melemparkannya hingga sekali lagi tubuh Zhang Xu Feng terbanting kuat dan memuntahkan banyak darah.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

kata Hanum dengan tegas. "Tidak! Aku tidak setuju!" sahut Dara. "Kamu tidak punya hak memberi pendapat!" balas Hanum dengan penekanan. "Baiklah!" setuju Adijaya. Setelah itu membaginya, Adijaya memberikan setengah bagiannya pada David. Hanum tersenyum puas, akhirnya sang anak mendapat haknya. "Terima kasih, Mas, kenapa gak dari dulu kamu jadi ayah yang baik? kenapa baru sekarang? hem?" tanya Hanum menatap Adijaya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Istri Belian

Istri Belian

Terminal bandara terbesar di dunia untuk sementara ini. “Wah, sayang! Tempat ini luas sekali!” seru Delima senang melihat ke sekelilingnya. “Sayang, aku mau makan shawarma, biryani, semuanya yang asli makanan Arab. Aku lapar lagi.” Dia mengusap perut buncitnya, sedangkan kami tertawa mendengarnya. “Ayo, sayang. Aku tahu restoran yang menjual makanan yang enak. Kamu pasti ketagihan.” Aku menggandeng tangannya dan berjalan menuju restoran yang aku maksud.
1049.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai dahi belah tengah
Tampilkan Ulasan (30)
Baca
+Pustaka
Meina H.
Cerita Delima dan Benedict berakhir sampai di sini. Terima kasih banyak sudah setia mengikuti kisah mereka sampai selesai, ya, teman-teman. ♡ Aku keasyikan bercerita sampai kelebihan 2 bab. Hahaha .... Semoga teman-teman tidak keberatan. Bagaimana menurut pembaca mengenai kisah mereka?
M V Cahyawati
Hai Meina, akhirnya selesai juga aku membaca kisah Delima dan Ben ini, gak menyesal aku bacanya, ceritanya sangat menarik hatiku, terimakasih atas karyamu yg sangat bagus ya..semoga semakin kreatif deh membuat cerita2 baru lainnya dan aku akan tetap menjadi penggemarmu..Salam sehat selalu buat Meina
Baca Semua Ulasan
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Mbak Vita semringah seraya meletakkan makanan di depan ibu. "Apa ini, Vit?" Dahi ibu mengernyit melihat makanan dengan kuah berwarna merah dan ceker besar di atasnya. "Ini namanya seblak, Bu. Aku biasanya makan ini kalau lagi nggak enak badan karena dijamin tubuhku langsung berkeringat sebagai pertanda kalau kita sehat. Ayo, dicoba, Bu. Ini enak, lho." Mbak Vita menyendokkan makanan dan hendak menyuapkan ke mulut ibu.
18.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Jimat berkomentar dengan mulut penuh makanan. Mereka makan dengan makanan yang sepenuhnya hasil olahan sayur-sayuran. Daun singkong ditambah dengan ikan hasil tangkapan kakek dari sungai, dan sambal korek. Aurel sama-sama semangat seperti Jimat. Namun Dika dan Misa tampaknya tidak terlalu suka dengan makanannya. Misa hanya mengambil ikan, sedangkan Dika hanya mengambil sambal memetik kemangi dari luar. “Eh, Dik, makan ikan laut biar cerdas,” ujar Jimat di tengah-tengah acara makan-makan.
8.99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Cinta di Tengah Bahaya

Cinta di Tengah Bahaya

Aku melihatnya sampai kedua mataku kering, sudah hampir menangis. Pria tadi melihat arah pandangku, lalu tertawa mengejek, “Kamu lihat apa? Arif itu bos besar! Yang di sebelahnya itu sahabat masa kecilnya, Lina. Kamu seorang kampungan jangan mimpi ya!” “Lina, selamat ulang tahun.” Di layar besar itu, Arif memberi ucapan selamat. Tiba-tiba, pandanganku terhenti.
10.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai dahi belah tengah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status