Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AKU ADA DI BELAKANG

AKU ADA DI BELAKANG

Beberapa saat Dewa kembali mengembalikan buku dengan halaman yang sudah terbuka. Di situ ada siswi berseragam SMP Nama: Ayudia Alamat: xxxxx Dan tulisan lainnya tentang pesan dan kesan selama masa orientasi. Ini adalah catatan pertama kali Ayudia masuk Sekolah menengah atas. Qiana menulis sesuatu di telapak tangannya. "Orang tuanya sudah pindah!" seakan tahu Qiana sedang mencatat alamat rumah Ayudia, Dewa bersuara menghentikan tulisan Qiana. Mereka saling melihat.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as dahi belah tengah
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

Dinegara asalnya ada tiga jenis wai , yaitu jika kita memberi salam pada teman maka cukup mengatup tangan di depan dada atau setidaknya lebih rendah dari hidung untuk teman sebaya atau teman dekat. Jika kita bertemu dengan orang yang lebih tua dan kita hormati misalnya orang tua, guru, dll bahkan atasan di tempat kerja yang berbeda jauh posisinya, maka angkat salam kita menuju dahi dan agak menunduk. Jika kita bertemu dengan Biksu dan anggota kerajaan, maka lebih tinggi lagi diatas kepala dan agak menunduk. Sambil duduk bersimpuh dan menyilangkan kaki kesamping, Embum memberikan salam pada pada ayahnya. Ayahnya pun kemudian mengangkatnya kembali berdiri dan mendudukkannya di sofa.
1030.1K viewsCompletedAdded to Library 992 Times as dahi belah tengah
Read
+Library
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

tanya Diah yang sudah mulai jenuh berjalan jauh. "Nggak, dikit lagi, kok. Tu ujungnya kelihatan," jawab Bang Ochi menyemangati. "Ayo, ayo! Dikit lagi," sahut Zahra semangat. Tiga puluh menit berselang Diah kembali bertanya, "Bang, masih jauh? Kapan nyampenya, sih?" "Ini dikit lagi, belok tebing ini terus naik. Nah, di situ, dah."
9.57.4K viewsOngoingAdded to Library 183 Times as dahi belah tengah
Read
+Library
Jiwa yang Berbeda

Jiwa yang Berbeda

Apakah negara ini lebih mirip dengan Venesia atau Belgia? Mereka tiba di salah satu pusat perbelanjaan paling ikonik di kota tersebut. Sebuah bangunan megah dengan kubah kaca yang memantulkan cahaya matahari. Adrian, yang sangat protektif terhadap asupan makanan istrinya, langsung mengarahkan langkah ke area *food court* khusus yang memiliki sertifikasi halal internasional. Aroma rempah kapulaga, jintan, dan daging panggang khas Timur Tengah segera menyambut indra pencimalan mereka.
895 viewsCompletedAdded to Library 22 Times as dahi belah tengah
Read
+Library
DINAR

DINAR

tanya raccel menatap dinar "menurutku ini sangat bagus, besar luas dengan halaman belakang yang dekat dengan laut" ujar dinar menunjuk contoh gambar yang ketiiga sebuah villa dengan kubah besar dan megah, sesuatu berbeda dari yang lainnya "hm kamu benar...ini yang paling bagus, tapi sepertinya ada yang kurang apa yang harus kita ubah?" tanya raccel dinar berfikir sejenak dan menatap keseluruhan gambar
105.9K viewsCompletedAdded to Library 146 Times as dahi belah tengah
Read
+Library
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

Pagi ini aku terbangun. Bergegas kekamar mandi dan langsung menuju kebawah untuk makan. Disana sudah ada Ayah, Bunda, Dalia dan Faatin, yang sedari tadi tengah menunggu. Dalia adalah anak kedua, dia sudah kelas 3 SMA. Sedangkan Faatin anak ketika dan dia kelas 3 SMP. Terjadi sedikit perbincangan di meja makan. Dalia: "Terasa gak si? Kalau malam ini, hawa dirumah sangat panas?"
106.3K viewsCompletedAdded to Library 152 Times as dahi belah tengah
Read
+Library
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Selalu saja salah. "Bu, enak." Dila menunjukkan nagasari buatan simbahnya. "Alhamdulillah, dihabisin, ya. Jangan suka membuang makanan. Apalagi membandingkan. Tidak baik." Sekelompok tukang nyinyir saling senggol dengan sesekali menoleh ke belakang melirik sinis. Bersambung
1016.3K viewsCompletedAdded to Library 375 Times as dahi belah tengah
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

"Ta da! Apakah kamu suka?" Suara Damar terdengar ceria sampai nyaris kekanak-kanakan sehingga memecah ketegangan yang masih menyelimuti ruang kerja Mela. Mela menaikkan sebelah alisnya setelah mendengar pertanyaan Damar yang baru saja menyajikan makan siang di atas meja kopi kecil di kantornya. Damar terlihat bangga berdiri di samping nampan yang penuh dengan hidangan. Ada kotak sushi premium dengan penataan yang artistik, sup miso hangat, dan bahkan sebotol kecil sake non-alkohol.
856 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as dahi belah tengah
Read
+Library
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

Lamunannya terhenti ketika terdengar seseorang memanggil namanya. Tak ingin terus larut dalam kesedihan, Kanaya bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar. Di ruang tengah tampak beberapa tetangga sedang duduk di lantai sambil menyusun aneka kue tradisional di atas piring-piring sederhana. "Kanaya, ayo mandi. Sebentar lagi Mbak Dina akan meriasmu," ucap seorang wanita berusia sekitar tiga puluh tahun yang sejak tadi memanggil namanya.
10311 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as dahi belah tengah
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Di luar, angin berhembus lembut, membawa aroma hujan pertanda kisah mereka masih akan berlanjut. Hari itu, langit tampak cerah setelah semalaman hujan turun. Dina sedang menata meja jualan di depan rumah, sementara Dion memasang papan baru bertuliskan “Dinda Snack & Home Taste Cita Rasa Keluarga.” Tulisan itu sederhana, tapi baginya penuh makna. Seperti menulis kembali janji yang pernah retak. “Huruf ‘Home’-nya miring, Yon,” kata Dina sambil terkekeh.
869 viewsCompletedAdded to Library 19 Times as dahi belah tengah
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status