Whispers of the Lost Princess
“Nona Ayundria yang terhormat, kita baru saja keluar dari salah satu pertunjukan paling gila sepanjang sejarah! Coba bayangkan, dua manusia melawan kabut yang bisa membelah bumi. Itu bukan pertempuran, itu opera!”
Ayundria hanya menghela napas, meski senyumnya tak bisa disembunyikan. “Opera yang hampir membunuh kita.”
Bill menunjuknya dengan ekspresi penuh gaya. “Opera tanpa resiko bukanlah opera sejati! Kalau tidak ada ledakan, darah, dan teriakan dramatis, itu cuma konser gereja.”
Ayundria terkekeh kecil, tapi matanya masih menelusuri sekitar. Sisa-sisa kabut menari pelan di udara, seolah enggan benar-benar pergi. Ada ketenangan tapi juga ketidakpastian.
Bab Populer