Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Asa diujung Sajadah#book2

Asa diujung Sajadah#book2

Sementara Diana mengamati dalam diam. "Apakah kamu memerlukan Satuan Pengamanan untuk mengusir hama-hama penggangu di sini, Han?" celetukan Tommy hanya ditanggapi oleh dingin oleh Azzam. Harus Jihan akui, Azzam ini tidak mudah diprovokasi. Azzam adalah type laki-laki yang bisa mengendalikan emosinya dengan baik. Kalimatnya memang terkesan santai, tetapi mengancam. Apalagi diikuti dengan gerakan tangannya yang meraih ponsel di dalam saku jas. Azzam seolah-olah menyiratkan akan menelepon pihak yang berwajib.
10101.4K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as azzam jasmine
Read
+Library
Terjerat Gairah Sahabat Kakakku

Terjerat Gairah Sahabat Kakakku

Tak sungkan ia juga meminta Pierre memegang tas lunch box hitam yang sejak tadi ia pegang itu. "Kayaknya aku bau matahari deh!" ucap Jasmine polos lalu merogoh botol parfum dari tasnya. Jasmine lalu menyemprotkan parfum di sisi leher kiri kanannya. Tak lupa pergelangan tangan juga ia semprotkan. "Kan nggak lucu ya kalau nanti Mas Damian peluk, saya nya malah bau matahari," gumam Jasmine. Perkataan spontannnya membuat Pierre mengangkat salah satu sudut bibirnya.
1017.7K viewsCompletedAdded to Library 372 Times as azzam jasmine
Read
+Library
Dokter Izma

Dokter Izma

Izma hanya ingin bersantai saja dan diam di rumah seharian. "Apa kamu lapar sayang?" Tanya Azam. "Hmm." Jawab Izma. "Delivery saja ya, kita makan apa?" "Ayam saja, dan pizza." Ucap Izma "Mana ponselmu?" Tanya Azam hendak memesan makanan menggunakan ponsel Izma. Izma lalu memberikan ponselnya kepada Azam. Azam membuka ponsel Izma lalu memesan beberapa makanan. Tanpa sengaja Azam melihat foto Izma bersama beberapa teman kampusnya. Azam menghela nafas berat. Azam cemburu pada teman pria izma yang berfoto bersanding denganya.
9.732.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as azzam jasmine
Read
+Library
Gadis Kecil di Pelaminanku

Gadis Kecil di Pelaminanku

Namun, bukannya tidur, mataku malah tidak bisa terpejam. Aku mengambil ponsel saat ada bunyi notifikasi. Oh, ternyata sebuah pesan. [Yum, maaf untuk kejadian tadi.] [Besok aku jemput.] Dua pesan yang dikirimkan Azzam membuat keningku berkerut. Tidak bisakah dia berkata sedikit lebih manis dan tidak kaku seperti itu? Menyebalkan. [Iya.] Aku membalas pesannya dengan kaku dan singkat.
9.522.2K viewsCompletedAdded to Library 642 Times as azzam jasmine
Read
+Library
Musuh Tapi Menikah

Musuh Tapi Menikah

***** "Udah dong jangan cemberut. Kamu mau apa? Janji deh aku beliin apa pun yang kamu mau." Azzam memandang khawatir ke arah Zura yang kini sedang berada di sebelahnya. Menekuk wajah cantiknya itu lantaran Azzam yang memaksanya untuk ikut ke mall bersamanya. Sebenarnya Azzam tidak ingin membeli apa pun. Hanya saja dia ingin merasakan quality timenya bersama pacarnya itu. "Mau apa. Coklat, Ice cream? atau mau baju?"
1030.8K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as azzam jasmine
Read
+Library
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Azzam mengambil langkah pada tangannya, ia menutup jari telunjuk Kella lalu menurunkanya. “Sangat jelek," ucap Azzam dengan jahil, namun tetap mode coolnya. Ia segera bergegas pergi, “Jangan lupa bersihkan badan mu yang bau itu!” lanjutnya melenggang pergi. “Kau!” Geram Kella, Azzam hanya melambaikan tangan ke atas yang membuat Kella tambah geram saat Azzam pergi begitu saja.
4.1K viewsOn holdAdded to Library 123 Times as azzam jasmine
Read
+Library
ISTRI BAYANGAN

ISTRI BAYANGAN

Azizah setengah berlari kembali ke arah mobil, meninggalkanku dan Azzam berdiri berdua saja di bawah bayang-bayang monumen megah itu. ​Keheningan yang canggung menyergap. Aku menatap ke arah laut yang luas, sementara Azzam berdiri di sampingku dengan tangan masuk ke saku celana. Akhirnya, Azzam membuka suara. ​"Kamu betah tinggal di sini, Zara?" tanya Azzam dengan suara berat dan tenang. ​Aku menoleh, sedikit terkejut karena Azzam yang memulai pembicaraan. "Iya, Azzam. Mumbai punya daya tarik sendiri."
421 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as azzam jasmine
Read
+Library
Asmara Ghina

Asmara Ghina

"Iya." Ghina sudah menyelesaikan piket ditandai dengan ia mengembalikan peralatan kebersihan ke tempatnya. Kantong plastik yang semua mengonggok di atas meja mulai ia raih. Ghina duduk untuk meregangkan otot-ototnya. Niat untuk segera pulang ia urungkan, ia ingin menikmati es krim dari Reza sebelum meleleh. "Kebetulan banget dia ngasih es krim rasa tape ketan. Suka, deh," gumam Ghina yang senyum-senyum sendiri. Es krim dengan varian tersebut memanglah favoritnya.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as azzam jasmine
Read
+Library
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Lilly menggelengkan kepala sambil tersenyum miring, kalimat yang Ammar katakan terdengar seolah dia ini baru saja di tindas. Tetapi, Lilly tidak peduli dengan wajah memelas itu. Dibalik saku jaketnya, Lilly melempar secarik kertas kedepan Ammar dan Mayang. Sepasang suami istri itu saling berpandangan, lalu Mayang mengambilnya dan membaca kertas berstempel martai tersebut. Disana tertulis, uang 15 miliar yang mereka kirim, bukan uang pinjaman, ataupun uang sogokan, melainkan uang kompensasi, atas harta keluarganya yang mereka sita.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as azzam jasmine
Read
+Library
Mom For Andrea

Mom For Andrea

“Nyonya ingin kemana?” Fazilet menatap Jasmine dari atas sampai bawah. Sebuah jaket tebal dengan aksen buku menyelimuti tubuh Jasmine sampai lutut. Fazilet sedikit susah mengenali Jasmine karena kacamata hitam yang menghalau mata Jasmine.
9.99.7K viewsOngoingAdded to Library 337 Times as azzam jasmine
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status