Jiwa yang Berbeda
Ia meraih ponsel, jemarinya lincah mencari satu nama: Fajri.
Fajri datang dengan raut wajah yang sulit diartikan; campuran antara cemas, sangsi, dan takjub. Sejak kecelakaan itu, ia melihat sahabatnya berubah drastis. Emran yang dulu labil, mudah disetir nafsu, dan sering meledak-ledak, kini berganti menjadi sosok yang tenang, bicaranya tertata, dan sorot matanya sedalam sumur yang tenang namun mematikan.
"Kau yakin ingin menemuinya, Em? Setelah semua kekacauan ini?" tanya Fajri saat mereka memarkir mobil di depan sebuah kompleks kontrakan semi-permanen yang kumuh di pinggiran kota.
Bab Populer