Suami Warisan
Narendra menoleh pada Rengganis yang duduk di sebelahnya, di depan bangku ruang tunggu itu ada sebuah pintu yang bertuliskan kamar praktik dokter spesialis Andrologi; dokter yang menangani permasalahan reproduksi pria.
Rengganis tersenyum menenangkan dan berbisik, “Kamu enggak perlu malu atau takut, Kang. Zaman sekarang sudah terbuka dan teknologi kesehatan sudah jauh lebih maju dibanding dulu. Ngomong-ngomong, kapan terakhir kali kamu pergi ke dokter?”
Narendra berpikir sebentar kemudian menjawab, “Nirmala pernah bawa saya untuk pemeriksaan menyeluruh sebelum kami menikah.”