Poison Princess
Mikail tersenyum lebar, “Kali ini aku yang akan bermanja padamu.”
“Baiklah,” Leia mengangguk, “Kau ingin apa?”
“Nyanyikan sebuah lagu.”
“Bernyanyi?”
“Iya. Nyanyikan lagu agar aku bisa tidur siang dengan nyenyak.” Kata Mikail, “Aku ingin mendengar suaramu ketika bernyanyi, Leia.”
“Kau terdengar seperti anak berusia lima tahun yang ingin dimanja,” kekeh Leia, “Tapi, aku akan mengabulkannya. Biarkan aku duduk, rebahkan kepalamu di pangkuanku.”