Cinta Untuk Regan
“Cinta, maaf, ayah sebenarnya berat sekali karena ayah tahu mungkin cuma Andre yang bisa nerima kamu, tapi mau bagaimana lagi, adikmu sudah mengandung. Ayah sudah berusaha mencari jalan sama ibumu tetapi tetap saja ini yang terbaik.”
Aku tersenyum getir, entah ingin menggambarkan perasaan seperti apa saat ayah mengucapkannya, tetap saja aku tak senang dengan ucapan ayah. Memang benar, selama aku sekolah dasar hingga SMA bahkan sampai saat ini tak ada satupun laki-laki yang mau mendekat denganku, entah karena aku yang terlalu pendiam atau terlalu jelek, tetapi memang hanya Andre yang mau dekat denganku. Mungkin saat itu matanya tak dapat melihat dengar benar atau ia sakit mata saat mendekatik
الفصول الرائجة