Dear Dirga
Suaranya tenang, gak terdengar seperti gombalan yang biasa dia lontarkan di kampus.
Naykilla mendongak, menatap Dirga dengan tatapan gak percaya.
“Lo gak percaya?”
“Hmm...” Naykilla pura-pura mikir, “sejujurnya? Gak terlalu.”
Dirga tertawa lagi, kali ini lebih keras. “Wajar. Reputasi gue emang jelek. Tapi...” Dia duduk lebih tegak, wajahnya mengarah ke Naykilla dengan ekspresi yang lebih serius. “Tempat ini bukan cuma tempat biasa, Nay. Dewa juga enggak nerima orang sembarangan buat ngelihat tempat ini. Kalau gue ngajak lo ke sini, itu karena lo beda.”
Bab Populer