Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku
Afkar melanjutkan, "Tenang saja, aku pasti bisa menolong Shafa. Tulang Iblis bukan kultivator biasa. Dia punya banyak ilmu sesat yang nggak terduga. Meski fisikmu sekarang sudah kuat, kemampuanmu yang lain masih terbatas. Aku benar-benar nggak tenang kalau membiarkanmu ikut. Tapi, Kak Fauzi berbeda. Dengan bantuannya, kamu bisa tenang. Tinggallah di rumah dengan baik ya?"
Mendengar kata-kata Afkar itu, bibir merah Felicia sedikit terkatup. Selain rasa khawatir terhadap Afkar, mata indahnya juga terlihat dipenuhi haru dan kebahagiaan. Dia membalas, "Umm. Kalau begitu, baiklah. Tapi, kamu harus hati-hati!"
Afkar berucap sambil mengangguk, "Tentu."
الفصول الرائجة