Pengantin Tuan Haidar
"Ya iyalah Gara, nanti malam aku akan memanjakan mataku, bermimpi indah tanpa harus melihat wajahmu yang nyebelin."
"Apa aku juga nyebelin?" tanya Bara kepada kakak iparnya.
"Karena kalian begitu mirip, ya di mataku kalian sama aja, nyebelin."
"Aku nggak nyebelin, Kak, tapi ngangenin." Bara terkekeh sambil mendekati calon istrinya. "Kita pulang!"
Anisa mengangguk sambil bangun dari duduknya.
Bara menautkan jari-jarinya pada jemari lentik wanita manis itu. "Biarkan Kakak ipar dan Bang Gara berpacaran," bisik Bara pada Anisa.
Bab Populer