My Favorit Servant
Berbalik arah, dia membenturkan keningnya ke daun pintu.
"Aaa, aku pasti akan membuatnya menjadi tertekan jika ada yang berani macam-macam padanya." Menarik napasnya berulang, Deondra meninju daun pintu itu. "Tidak mungkin, bagaimanapun seluruh kota ini tahu bahwa aku takkan melepaskan mereka begitu saja jika berani mengganggunya. Tenang saja, Arin. Kau akan aman, bahkan mungkin keuntungan bagimu karena aku sudah mengakui bahwa kau milikku. Secara aku tampan dan di kenali orang-orang, kau akan terciprati keberuntungan karena diriku dan pesonaku."
Bab Populer