Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Jendral Tapi Pangeran

Bukan Jendral Tapi Pangeran

tanya Samir. “Pujianmu kini telah menjadi lirik terindah dari setiap irama napasku. Semua hina dan cercaan yang menjatuhkanku, hancur lebur bagai debu. Sekedip mata, sekejap sirna ketika hanya dengan kusebut namamu,” jawab Ahana bernyanyi dengan menyebutkan makna liriknya. Saat ia kembali menoleh pada Samir, Ahana tertegun saat bertemu tatap dengan suaminya.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai lirik sholawat nissa sabyan man ana
Baca
+Pustaka
Tears

Tears

Pakai acara berbisik-bisik lagi dengan mas soundsystemnya. Begitu lagu Merinding, dengan ritme musik dan lirik yang membuat panas luar dalam itu berkumandang, tamu undangan terbelalak melihat Annisa dan Ibell bergoyang dengan begitu sensual dan panas sambil bernyanyi. "Merinding ding ding ding Bila dekat kamu Berdebar rasa, melihat senyummu, hey kujatuh cinta padamu. Berdesah desah sah sah, dipelukanmu. Gelisah gelisah jauh darimu, hey ku jatuh cinta padamu.
1078.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lirik sholawat nissa sabyan man ana
Baca
+Pustaka
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Hanya sapaan singkat dari Luna. “Selamat malam. Lagu ini berjudul ‘Senyap’. Untuk semua yang pernah belajar melepaskan, dan tetap memilih mendukung.” Musik mengalun. “Di balik kata yang tak sempat terucap, Ada hati yang tetap mengharap, Bukan untuk kembali... Tapi untuk tahu, kita pernah berarti…”
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai lirik sholawat nissa sabyan man ana
Baca
+Pustaka
Ditolak Sopir Miskin

Ditolak Sopir Miskin

Aku keluar ruangan, langsung berniat berangkat ke butik untuk memeriksa rancangan baju muslim terbaru yang akan launching bulan ini. "Pak, ke butik, ya! Tolong, dong, puterin musik akustik dari Nissa Sabyan yang judulnya Ya Habibal Qolbi,” pintaku pada Pak Sopian. “Baik, Nyonya.” Musik mengalun dengan sangat apik. Mobil melaju lambat. Seiring musik itu terputar kupejamkan mata, mencoba mengingat wajah manis Fajar.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai lirik sholawat nissa sabyan man ana
Baca
+Pustaka
Nambah Lagi Dong, Sayang

Nambah Lagi Dong, Sayang

Begitu mengena. Rina sesak napas. Terlihat berkali-kali dia gelisah. Terkadang membetulkan rambut dan dress yang dia pakai. Sakti melirik sebentar. Bungkam. Hening. Tidak ada yang membuka percakapan. Hanya suara musik yang diputar oleh supir taksi. Lagu dari Yuni Shara. Mengingatkan Sakti saat dia pertama kali jatuh cinta dengan Rina. Gadis cantik yang dikenalkan kedua orang tuanya. Hingga dia bucin. Menuruti semua permintaan dari gadis manja itu.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai lirik sholawat nissa sabyan man ana
Baca
+Pustaka
Jangan Sesali Kepergianku

Jangan Sesali Kepergianku

Aku tak pernah sekali pun makan bebek sepanjang hidupku. Kepalaku mulai berdenyut. "Iya... aku ingat," bisikku. Dan kebohongan itu kembali mengalir. Javran tersenyum. "Nggak sabar rasanya menyambut semua hal baru bareng kamu." Tepuk tangan kembali menggema. Seorang penyanyi mulai menyanyikan lagu cinta yang lembut dari sudut ballroom. Lampu diredupkan sedikit, memberikan nuansa hangat dan romantis. Di layar besar, foto-foto perjalanan cinta 'Naura dan Javran' diputar—semuanya dikirimkan oleh Naura. Selfie, screenshot chat, hingga foto blur yang menunjukkan tangan mereka berdua saat video call.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai lirik sholawat nissa sabyan man ana
Baca
+Pustaka
Sayang, Aku Minta Maaf

Sayang, Aku Minta Maaf

Jelas, sahabatku sedang bersenang-senang di bar sekarang. Dari seberang telepon, suara sahabatku yang terdengar mabuk bercampur dengan musik yang mengentak, "Ada apa?" Aku menggigit bibir, berjalan ke dekat jendela, dan menutup mulutku pada ponsel, berkata, "Kamu cari pacar lain saja, Yoga bukan orang baik."
99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai lirik sholawat nissa sabyan man ana
Baca
+Pustaka
Iblis Yang Mencintaiku

Iblis Yang Mencintaiku

Lagi pula, tidak ada salahnya berharap memperoleh hiburan yang sepadan dengan kebosanan selama menjalani masa hukuman. "Salam kepada Sang Bayangan Kegelapan." Succubi membungkuk anggun. Senyum yang menghiasi wajah cantiknya tampak memikat, tetapi sorot matanya menyimpan kehati-hatian. Dia tahu benar sedang berdiri di hadapan iblis yang dapat mengakhiri hidupnya kapan saja. "Menurut teman-teman saya yang sempat melihatnya, tidak ada pergerakan yang mencolok."
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai lirik sholawat nissa sabyan man ana
Baca
+Pustaka
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

"Sholatullah salamullah ... alatoha Rasulullah ... Sholatullah ... Saalmullah ... Alayasin Habibillah ...." Kunyanyikan dengan sepenuh hati hingga dengkuran halus itu aku dengar. "Tidurlah Abi, tidurlah sayang. Ingatlah sayang ... Salsa Bella hanya milik Abimana," lirihku mengecup kepala Abi yang masih setia di pengakuanku. **********
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai lirik sholawat nissa sabyan man ana
Baca
+Pustaka
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

' Kami berdua cekikikan sendiri, inilah definisi menggibah di depan orangnya. "Amel nanti aku antar ya." Mas Raka menatapku. Aku dan Ira mengakhiri gibah kami. "Tidak usah repot, ada Ira yang akan mengantarku pulang!" Kataku lalu meminum minumanku. "Amel jangan banyak-banyak minum es," dia kembali berkomentar. Aku menghela nafas dalam-dalam, "Sudahlah jangan sok perhatian padaku, wanita di samping kamu jauh lebih butuh perhatian daripada aku!"
1032.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai lirik sholawat nissa sabyan man ana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status