PULANG DARI RANTAU
Uangnya masih harus sisa agar besok masih bisa makan.
“Yang warna peach saja, dibungkus satu ya, Mbak!” Cahaya memilih satu gamis. Senyum terukir pada bibir tipisnya.
“Baik, Mbak. Yang importnya sekalian ini, Mbak. Dikasih murah, deh! Seratus enam puluh ribu saja.” Penjaga toko itu mengangsurkan gamis lainnya. Warnanya pink dengan aksen kartun yang lagi hits.
“Enggak, Mbak. Ini saja. Uangnya gak cukup.” Cahaya tersenyum.