Transformasi Sang Tuan Putri
“Kamu jangan asal bicara! Jangan menyepelekanku, coba saja kamu sebutkan beberapa kerajaan. Semua Putri dari kerajaan lain aku pasti akan mengingat namanya! Atau putri dari para pejabat di kerajaan Kakek ini pun, aku tahu nama-nama mereka! Yanyin, Yuyi, Anke, Nini, aku mengenal mereka semua!”
Wilda menggelengkan kepalanya. “Otakmu memang hanya berisi dengan nama wanita! Nama-nama yang kamu sebutkan tadi juga bukan nama para Putri kerajaan, tapi nama para penghibur dari balai Teratai!”
Sejak Wilda terus berdebat dengan Andi, Anan menulis surat untuk Bei Zihan.
Beberapa hari yang lalu, mereka kebetulan bertemu ketika Anan kembali dari perbatasan. Kemudian mereka bersama-sama pergi mengunjungi