Saat Aku Salah Membencimu
“Santai kali.”
Hazel tersenyum tipis, mencoba terlihat biasa. “Iya… lagi nggak fokus aja,” balasnya pelan.
Temannya mengangguk, lalu kembali ke aktivitasnya, percakapan itu berakhir, tapi Hazel tidak langsung kembali tenang. Tangannya masih sedikit gemetar saat ia menurunkannya kembali ke atas meja. Napasnya belum sepenuhnya stabil, meski ia berusaha mengaturnya sepelan mungkin agar tidak terlihat. Matanya kembali tertuju ke buku, hanya saja kali ini, ia benar-benar tidak bisa membaca satu kata pun. Setiap suara kecil di dalam ruangan itu terasa berbeda, langkah kaki di luar kelas, suara pintu yang terbuka bahkan bisikan pelan dari bangku lain, semuanya membuatnya lebih waspada dan lebih teg
Hot Chapters