Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kawin Kilat: Suami Misteriusku teryata Milyarder

Kawin Kilat: Suami Misteriusku teryata Milyarder

Setelah Carlos pergi, Samuel berdiri dari kursi dan berjalan ke depan jendela. Melihat lalu lintas yang sibuk di bawah, untuk pertama kalinya Samuel merasa semua ini tidak ada artinya. Daripada berdiri di puncak kejayaan ini, Samuel hanya ingin berada di sisi Grace. Jadi! Ekspresi Samuel menjadi makin muram. Kalau Samuel ingin kembali ke sisi Grace, dia harus menjadi sangat tenang, seperti ketika dia menghadapi proyek-proyek sulit sebelumnya.
9.8265.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.4K kali sebagai garis 1 samar
Tampilkan Ulasan (53)
Baca
+Pustaka
M.Ayyubi Hanani Ikhsan
setelah Susan meragukan kesetiaan suaminya.. ada bagus ceritanya dibuat Susan menyesali semua itu. dan setelah itu Samuel memili ruang untuk mengatakan kebenaran siapa dirinya dan biar Grace sebagai istri memutuskan lanjutan kehidupan mereka. dan mereka pun bisa bersatu mempertahankan perusahaan jho
Pior Pior
ceritanya menarik. cuman.. banyak sekali cerita dengan alur yang sangat mirip bisa di katakan hampir serupa. aku sebagai seorang consumen novel, berharap untuk semua penulis bisa lebih berkembang dan mempunyai ciri masing-masing. lebih banyak cerita dengan alur yang bagus dan tidak berbelit".
Baca Semua Ulasan
Garis Pikat Sang Arsitek

Garis Pikat Sang Arsitek

Tanpa sadar ia sudah mengangkat roknya hingga terlihat g-string berwarna hitam yang sama sekali tidak menutupi area kewanitaannya. Arjuna semakin mengencangkan remasannya ketika Sandra memekik keenakan. Selanjutnya, Arjuna menjilati puting besar kecoklatan itu. "Susumu kok bisa sebesar ini. Siapa aja yang remes, hmm?" tanya Arjuna gemas.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai garis 1 samar
Baca
+Pustaka
Adoration

Adoration

gumam Sam sembari mengendarai mobil kecilnya. Jalan terlihat sepi dengan langit yang berkabut. Udara dingin dan suara geluduk menemani perjalanan malam Sam. Sesekali ia melirik ke arah jam yang ada di tangannya, sudah menunjukkan pukul sembilan. Rasa lelah fisik dan pikiran membuat Sam ingin segera pulang dan beristirahat. Namun, itu semua percuma, karena ia tetap merasa tak tenang karena belum mendapatkan kabar tentang Baswara.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai garis 1 samar
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Ia telah melangkah ke Bab 41, tempat yang bahkan Narator pun tak bisa menjangkau. "Ini... bukan dunia," gumamnya. Di depannya terbentang tiga gerbang. Masing-masing berkilau dengan simbol berbeda: Gerbang pertama bertuliskan: IF (YOU) = TRUE THEN WRITE. Gerbang kedua berisi pantulan dirinya, tetapi dengan wajah Armand. Gerbang ketiga kosong. Hanya tulisan samar: GERBANG PEMBACA. Adrian menoleh ke belakang. Tidak ada jalan kembali.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai garis 1 samar
Baca
+Pustaka
Petaka Dua Garis

Petaka Dua Garis

Bukan hamil seperti yang dituduhkan dokter tadi. Sampai bagian putih pada stik tersentuh air seni dan berubah warna merah, perlahan garis mulai tampak terlihat. Nah, apa kubilang. Cuma satu garis. Setelah melihatnya sekilas. Langsung kubuang air seni dalam pot, mengguyurnya dengan air beberapa kali, dan meletakkan stik tersebut di sana. Aku buru-buru cebok dan mengelap bagian vital dengan menggunakan tisu. Setelah dirasa cukup kering, aku kembali mengenakan celana dalam, kemudian menurunkan gamis.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 804 kali sebagai garis 1 samar
Baca
+Pustaka
Sama-sama Egois

Sama-sama Egois

’] Tanganku bergemetar aku sangat emosi saat ini, mengambil napas dalam-dalam mengeluarkan dengan rileks, aku mencoba menetralisir amarahku, kucoba meredam jiwa emosiku, ingin sekali aku membalas pesan Anjani tapi buat apa jika tuan tami saja menpersilahkannya masuk. ‘Cukup, Mas Abidin, kamu keterlaluan!” kutaruh ponsel tersebut dengar kasar keatas nakas. Kuraih gamai miliku, tanpa kuketahui Mas Bima menghubungiku melalui pangilan masuk beberapa kali dan beberapa pesan darinya. [‘Hay, Sorry, Sin. Bagaimana lukamu apa masih sakit?’] [‘Aku menginap disini, Sin.’]
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai garis 1 samar
Baca
+Pustaka
Garis Keturunan yang Tercemar

Garis Keturunan yang Tercemar

"Darren Pandita dan sampel bayi." Tangan Darren menegang. Dia perlahan mengambil dokumen itu, meneliti setiap detailnya. Stempel lembaga pengujian, tanda tangan dokter, analisis data yang rinci. "I ... ini nggak mungkin ...." Suaranya mulai bergetar. "Terkejut?" Aku mengeluarkan satu foto lagi. "Ini makamnya." Foto itu menampilkan sebuah nisan marmer putih dengan satu baris tulisan.
12.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 393 kali sebagai garis 1 samar
Baca
+Pustaka
Jerat sang Mantan

Jerat sang Mantan

Sarah memberikan gitar berkelir hitam itu pada Sam. Sam memetik beberapa nada dan kemudian membetulkan senar yang dirasa sedikit sumbang suaranya. “Kasih Tak Sampai dong Sam!” Darso langsung meminta. Dan kemudian intro petikan gitar yang legendaris itu dimainkan.. “Indah.. Terasa indah...” mereka semua serentak bernyanyi bersama diiringi gitar Sam. Untuk beberapa saat semua orang terbuai dengan nyanyian dan hangat api unggun di depan mereka. Untuk sesaat tak ada beban yang terasa di hati mereka.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai garis 1 samar
Baca
+Pustaka
MISTERI KEMATIAN ISTRIKU

MISTERI KEMATIAN ISTRIKU

balas Gara cepat memperjelas tujuannya semula. "Soal itu, aku harus merembukkan masalah ini dengan yang lain dulu--" "Apa katamu? Merembukkan? Apa lagi yang harus dirembukkan setelah Ibumu sendiri sudah mengakui kejahatannya?" Gara menjeda kalimatnya sesaat. "Belum lagi soal Aisha, kenapa kamu masih saja berpikir dua kali untuk memberi ibumu pelajaran, Sam!" "Aku pikir kamu sendiri tahu bagaimana keadaan Ibuku, Gar. Kesehatannya mengkhawatirkan," balas Samudra yang memang jadi serba salah.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai garis 1 samar
Baca
+Pustaka
Legenda Pukulan Halilintar

Legenda Pukulan Halilintar

Rumor yang menyebutkan bahwa kekuatan dari Lima Gerbang, sama dengan kekuatan dari Lord Demon itu sendiri. Barsha masih menggunakan kekuatan Ghost Speednya, dia menghindari serangan dari Samoa dan pedang kegelapannya. Barsha terlihat terdesak meskipun dia dapat menghindari serangan, tapi efek dari serangan Samoa mampu membuatnya harus mengeluarkan energi defensif untuk mengurangi efek serangan tersebut.
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai garis 1 samar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status