Saat Istriku Tak Lagi Meminta Uang
Astagfirullah, aku terus berzikir melihat di garis merah di alat teh kehamilan ini.
"Yu, bagaimana hasilnya?"
Gegas aku ke luar menemui Mba Laras. Aku memeluknya dengan erat.
"Alhamdullilah, Mba garis satu." Senang sekali aku, sampai lupa saat ini kondisiku sedang tidak baik.
"Mba pikir kamu hamil, haduh bisa panjang."
"Aku cemas, Mba. Kalau hamil, susah aku gugat perceraian."