Chef Galak, (tapi) Kucinta
Senjata Bariqi selalu kartu debit dan uang cash.
“Satu hari ini aku bayar dua kali lipat,” ucap Bariqi.
“Gak mau.”
“Tiga kali lipat.”
“Kurang,” jawab Elya memalingkan wajahnya.
“Empat kali lipat.”
“Lagi.”
“Lima kali lipat. Fiks, mau ikut apa enggak?” teriak Bariqi dengan kesal.
“Fine, aku mau ikut,” jawab Elya dengan senang. Elya memang plin-plan, tadi jual mahal tidak mau, tapi kalau sudah disogok pakai uang, gadis itu tidak bisa menolak.