KEBANGKITAN PUTERA JAYANTARA
Dengan napas terengah-engah dan wajah pucat, ia berlutut di hadapan penguasa itu dan berkata dengan suara tegas:
“Tuanku, kami menemukan apa yang dicari. Anak itu bukan manusia biasa. Saat ia mengeluarkan kekuatannya, terlihat jelas lambang Merak Putih yang bersinar di dadanya. Ia benar-benar masih hidup, dan ia tumbuh di lembah terpencil itu.”
Mendengar kata-kata itu, mata Adipati Ranawara menyala terang penuh ambisi dan kebencian. Ia menepuk meja dengan keras, membuat cangkir di atasnya bergetar.