SELUMBARI
Aku dan Syla memutuskan untuk pulang, mood Syla jadi turun, tidak tertarik melanjutkan jalan-jalan.
Aku dan Syla menunggu angkutan bersama di halte mal. Angkutan yang akan kami naiki berbeda. Kami menunggu sambil berbincang. Es teh yang kami beli sudah ludes separuh, haus karena berlari dan beradu pendapat. Aku tertawa pelan, menertawakan kejadian tadi. Syla menatapku bingung, aku membalasnya dengan tersenyum. Angkutan Syla datang lebih dulu, dia berpamitan kepadaku. Tak lama, angkutanku juga datang, aku segera masuk dan pulang ke rumah.
Hot Chapters