Diuber Janda
Desta menyadari ada yang salah pada kalimat pujian yang barusan ia layangkan pada Elok.
“Lok, jangan bengong!” Desta mengibaskan tangannya di depan wajah wanita itu.
“Eh, iya. Hati-hati di jalan,” ujar Elok sambil tersenyum. Air wajahnya kembali ceria, lalu ikut mengantar Desta sampai ke depan pintu pagar. Tidak jauh dari sana, seorang lelaki memakai jaket hijau yang berlindung di balik pohon palem besar, tengah memperhatikan pemandangan di depannya. Hatinya payah, mungkin saat ini hancur berkeping-keping. Senyuman sangat manis yang diberikan Elok pada Desta, sangat berbeda dengan yang wanita itu berikan saat bersamanya.
Hot Chapters