Janda Kembang Menggoda Perjaka
Ia meregangkan tubuh, mengangkat kedua tangannya ke atas kepala, membuat dadanya membusung sempurna di balik tanktop sutra tipisnya.
Galih berkedip sekali. Jakunnya bergerak naik turun. Tapi matanya tetap lurus ke depan.
"Filmnya jelek," komentar Riana, memecah keheningan yang hanya diisi suara tembak-tembakan dari TV. "Nggak ada chemistry-nya. Cowoknya kaku kayak robot."
"Itu karakterisasi, Mbak," jawab Galih tanpa menoleh. "Dia agen rahasia. Harus stoik. Nggak boleh emosional."