Gairah Liar Perselingkuhan
Aku melihat Isvara meringis, wajahnya memerah, tatapannya liar dan penuh hasrat yang tak terpuaskan.
Genjotanku semakin membabi buta. Kulit pahaku membentur kulit pahanya, suara benturan daging itu menambahkan irama liar pada musik birahi yang sedang kami ciptakan. Iya, kami sedang berlomba, adu kekuatan dan keinginan, siapa yang lebih dulu mencapai ambang batas. "Aaaahhhh...." rintih Isvara, sebuah suara halus yang seakan memanggilku lebih dekat. Tangannya memeluk pinggangku erat, jari-jarinya mencengkeram kulitku dengan penuh gairah. Setiap tarikan napasnya semakin dalam, semakin cepat.