Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Ketus Raina "Raina.." tegur Amar lembut. Ia tahu kalau suasana hati istrinya sedang tidak baik. Raina berbalik menatap Amar yang juga menatapnya. Ada rasa marah di balik tatapan mata itu. Emosi membuncah di dada Raina. Sebenarnya Amar tahu tidak sih kalau dia sedang kesal saat ini. "Aku tahu kamu marah. Tidak baik kamu keluar dalam keadaan seperti itu." Amar menasihati.
1069.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai air mata nona, amarah sang tuan
Baca
+Pustaka
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Benar kan dugaannya! "Saya beritahu satu hal ya, Ra. Mungkin dulu Om Raga salah. Tapi itu kan dulu. Lagi pula ia tidak seratus persen salah karena ibumu tidak memberitahukan soal kehadiran kamu? Mau sedikit mundur kebelakang? Bilang kalau dulu Om Raga menyuruh ibumu mengakali sendiri saat hamil? Ra, saya beritahu satu hal. Manusia itu terkadang lebih cepat mulutnya yang berbicara daripada otaknya saat ia marah, cemas atau tidak tahu harus berbuat apa. Itu manusiawi. Harusnya yang saat itu sadar yang mengalah. Namanya manusia, pasti ada khilafnya. Jangan sedikit-sedikit sakit hati, dendam. Untuk apa itu semua? Bisa apa emangnya kalau kamu membenci Om Raga? Apa kejadian akan bisa diulang lagi.
1091.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai air mata nona, amarah sang tuan
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kelima Penguasa Kejam

Menjadi Istri Kelima Penguasa Kejam

“Ya, Nona, Nona bisa memilikinya kalau Nona suka.” Air mataku benar-benar merebak tanpa diminta. Aku menatap wanita itu dengan pandangan tak percaya. “Ya! Ya! Saya suka!” “MINNA!” teriak Ibu dan Kak Jasmine penuh amarah. Sepertinya mereka lupa tentang drama ‘keluarga bahagia’ kami. Namun, aku tidak peduli. Satu poin untuk kemenanganku!
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai air mata nona, amarah sang tuan
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta sang Tuan

Jerat Cinta sang Tuan

Amarah itu belum reda. Bulan akhirnya mengangkat pandangan. Dibalasnya tatapan Aro dengan matanya yang sayu. Air mata perempuan itu lebih dulu jatuh, ketimbang apa yang ingin diucap bibir. "Jangan menangis!" Aro makin berang.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai air mata nona, amarah sang tuan
Baca
+Pustaka
Suami Tak Ada Akhlak

Suami Tak Ada Akhlak

Deru napasnya yang berat menandakan kemarahan sudah sampai di ubun-ubun. "Apa kata Abang tadi?" tanya Matun dengan suara lirih, ada penekanan di setiap kata yang terucap. Sorot mata yang ditampilkan penuh kelukaan, tetapi si pemilik daksa enggan mengakui itu. Membentengi diri dengan rasa marah yang terus berkobar. "Mikirin anak-anak?" Tanpa terasa Matun tertawa sumbang, ada riak tipis yang tercipta di pelupuk mata.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai air mata nona, amarah sang tuan
Baca
+Pustaka
Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Ia mempercepat langkah, namun bayangan Arion tetap mengekor di belakangnya seperti kutukan. "Aku tidak butuh penjelasanmu, Arion! Simpan saja bualanmu!" "Logikamu sedang mati karena amarahmu meluap, Nona Beringin!" balas Arion, suaranya berat menahan ledakan emosi yang sama besarnya. Senja mendadak berhenti dan berbalik, matanya menyalang merah.
10795 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai air mata nona, amarah sang tuan
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Kedua Pria Berkuasa

Pesona Istri Kedua Pria Berkuasa

Tatapan matanya mengisyaratkan kemarahan yang biasa diberikannya pada mereka, ketika pekerja di rumah tersebut melakukan kesalahan. "Kesalahan apa yang telah kalian semua lakukan, sehingga Nyonya Serena menghukum kalian seperti ini?" tanyanya dengan tegas sambil menatap mereka satu per satu. Tatapan matanya selayak tempat angker yang membuat semua pelayan bergidik ngeri dan ketakutan. Sang pemilik mata tersebut tidak bisa dikalahkan oleh siapa pun. Bahkan sang penguasa Ron Matteo pun berani dilawan olehnya, jika memang dirinya merasa tidak bersalah
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai air mata nona, amarah sang tuan
Baca
+Pustaka
Budak Raja Naga

Budak Raja Naga

Mata biru sang naga hitam berkilat penuh amarah. Jude terkejut mendapati dirinya sangat marah, sampai rasanya ingin menghabisi siapapun yang membuatnya marah. Rasa marah yang begitu kuat, yang belum pernah Jude rasakan sebelumnya, hingga membuatnya lelah dan jatuh pingsan. ***
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai air mata nona, amarah sang tuan
Baca
+Pustaka
Dalam Penjara Bos Mafia

Dalam Penjara Bos Mafia

Nada bicaranya langsung meninggi, dan ada emosi yang membludak. Matanya mulai memanas, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya lolos begitu saja, mengalir di sepanjang pipinya yang memerah karena amarah. "Setelah semua bukti ini masih mau mengelak? Masih mau berdalih hanya manusia biasa? Otak Tuan di mana, hah?Bahkan aku tahu, aku tahu Tuan memang kejam ... lebih dari yang kubayangkan!"
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai air mata nona, amarah sang tuan
Baca
+Pustaka
ISTRIKU SERING DIAM SETELAH KUBENTAK!

ISTRIKU SERING DIAM SETELAH KUBENTAK!

Ada-ada saja istriku ini. "Kamu bercanda, Yang?" "Enggak, aku beneran masih marah sama kamu." Nita menghapus air matanya kasar. "Ini air mata kok ngalir terus ya, Mas, padahal aku udah berhenti nangisnya," ujarnya terlihat kesal. Padahal dia sama sekali nggak berhenti nangis. Malah tambah kencang sekarang nangisnya.
9.866.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai air mata nona, amarah sang tuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Baca Air Mata Nona, Amarah Sang Tuan Novel & Cerita Secara Online

Berikut adalah 100 novel terkait air mata nona, amarah sang tuanuntuk Anda baca online. Umumnya, air mata nona, amarah sang tuan atau novel yang serupa dapat ditemukan dalam berbagai genre buku sepertiRumah Tangga, Romansa and Fantasi. Mulailah membaca dari Malam Pertama Di Hari Perpisahan di GoodNovel!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada sesuatu yang magnetis dari 'Air Mata Nona, Amarah Sang Tuan' sejak halaman pertama. Novel ini menggabungkan lirisisme dan ketegangan dengan cara yang jarang aku temui dalam karya lokal. Konflik batin Nona sebagai karakter utama terasa begitu nyata—seperti melihat teman sendiri terjebak dalam dilema antara tradisi dan keinginan untuk memberontak. Adegan-adegannya divisualisasikan dengan detail memukau, terutama saat menggambarkan ketegangan diam-diam antara Nona dan Sang Tuan. Aku sempat dibuat tidak bisa tidur karena penasaran dengan klimaksnya!

Yang paling kusukai adalah bagaimana pengarang memainkan simbolisme. Air mata bukan sekadar air mata, tapi representasi keterasingan. Amarah Sang Tuan juga bukan sekadar emosi, melainkan cermin sistem yang sudah lapuk. Novel ini seperti puzzle; semakin dibaca, semakin banyak lapisan makna yang terkuak. Cocok banget buat yang suka analisis karakter mendalam atau eksplorasi tema-tema sosial terselubung.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status