Mempermalukan Suamiku Di Resepsi Pernikahanya
"Boleh tidak sedikit ceritakan tentang Gisel, dan musuhmu itu. Plis, aku mohon. Ya, biar aku waspada aja. Jadi, jika sewaktu-waktu mereka mendekatiku, aku paham orangnya."
"Baiklah. Mungkin ini saat yang tepat kamu mengetahui semuanya tentang hidupku yang gelap. Ikut denganku "
Jex mengajakku ke sebuah kamar yang ada di salah satu rumah ini. Kamar tersebut terletak di pojokan. Aku saja baru pertama kali memasukinya. Dari luar, hanya terlihat seperti kamar biasa.
Jex membuka sebuah gorden. Aneh. Ada gorden yang digunakan untuk menutupi tembok. Gordennya panjang sampai menyentuh lantai.