Cinta Gita
"Kak... kenapa harus aku? Maksudku, di kampus banyak yang lebih cantik, lebih pinter, dan mungkin nggak punya masa lalu seberat aku."
Ale tersenyum tipis, ibu jarinya mengusap punggung tanganku perlahan. "Karena yang pinter banyak, yang cantik apalagi. Tapi yang bikin aku merasa perlu pulang dan cerita banyak hal cuma kamu, Git. Kamu itu kayak lagu favorit yang nggak sengaja aku dengar di radio, nggak dicari, tapi pas ketemu, aku nggak mau ganti frekuensi lagi."
Aku menggigit bibir bawahku, berusaha menahan senyum yang ingin merekah. "Pinter banget ya ngomongnya. Belajar di mana sih?"
Hot Chapters