Jodohku Muridku Sendiri
Bersama Raka—teman sekelasnya yang selalu mengikutinya ke mana pun—ia duduk di pojokan, menyalakan rokok secara diam-diam.
“Gue dengar guru baru itu masih muda, bro,” kata Raka, menyeringai. “Katanya juga cantik banget.”
Devan hanya mendengus. “Terus?”
“Lu gak penasaran?”
“Gak.”
Baginya, tidak ada satu pun hal menarik di hidup ini.
Setelah upacara selesai, Devan dan Raka kembali ke kelas. Seperti biasa, para guru sudah lelah menegur Devan. Tak ada yang berani menantangnya untuk mengikuti aturan.