Invers Ceria, ya Cerai
Rambutnya yang semula hitam sewarna arang, kini memudar memutih bagai abu gosok yang dijual seribu seplastik.
Aku membuang tangannya, takut-takut aku mendongak. Dia terlihat seperti nenek-nenek dengan mata hitam pekat seperti blackhole, namun pusaran memerah seperti badai itu mengganti warnanya segera. Kenapa hantu Jepang ini tidak konsisten, dia Kenshin apa Inuyasha, sih. Sungguh tak pernah ku lihat yang seperti ini seumur hidupku.
Kakiku yang tanpa alas mundur teratur, mencoba menjauhi sumber ketakutan ku, si nenek-nenek peyot yang mengelabuiku dengan wajah tampan. Ahhh, bodohnya aku!