Dewi Kultivator Langit
tanyanya, berusaha menangkap sedikit harapan.
Petapa itu menggeleng perlahan. “Tidak ada lagi. Hutan ini kini dihuni oleh makhluk-makhluk menyerupai hantu. Mereka tidak berbahaya, hanya bayangan tanpa jiwa.” Ia berhenti sejenak, tatapannya berubah tajam. “Tapi... ada satu makhluk lain di sini. Sesuatu yang lebih tua, lebih berbahaya dari apa pun yang kau bayangkan. Makhluk itu berasal dari zaman kegelapan kuno, jauh sebelum para petapa menguasai Benua Timur.”