Lima Samurai Batavia
Sebelum hujan membuat kertas-kertas dokumennya kuyup, biarlah abu yang menjadi bentuk akhir dari rentetan goresan kisah Lima Samurai Batavia ini.
Bola mata Jang Hyuk pun berkilat-kilat, bermandikan lidah api yang menari-nari menghancurkan kertas. Akan tetapi, baginya, semangatnya belum hancur. Dia masih punya memori dan lidah untuk berbicara jika pada suatu saat nanti sejarah memerlukannya. Kalau pun tidak, dia berusaha juga tidak sakit hati.
“Siapa di sana?! Angkat tangan!” tiba-tiba saja, terdengar suara seseorang berteriak dalam Bahasa Jepang.
ตอนยอดนิยม