Pernikahan Penuh Luka
Aku berdiri terpaku di depan meja makan, menatap piring kosong yang baru saja kutinggalkan. Rasanya ada yang aneh… sejak tadi ada bayangan seseorang berdiri di belakangku. Bukan suara, bukan langkah kaki lebih seperti intuisi yang tiba-tiba menusuk dalam. Aku membalikkan badan perlahan, berharap… entah, mungkin berharap menemukan sosok yang diam-diam selalu memenuhi isi kepalaku sejak dini hari tadi.