Menulis Ulang Takdir
Lagu mencapai puncaknya, dan William menghentikan gerakan dansa mereka dengan sebuah dip yang dramatis, menopang punggung Lyra dengan lengannya yang kuat, membuat gaun perak Lyra jatuh menjuntai seperti lelehan logam mulia di atas marmer hitam.
Di bawah ratusan pasang mata yang menatap takjub dan kilatan kamera yang tak henti memotret kemenangan mereka, William menatap bibir ranum Lyra.
"Aku mencintaimu, Nyonya Hawkins," bisik William dengan nada yang begitu dalam dan tulus, menghancurkan sisa-sisa pertahanannya sendiri.
"Dan aku adalah milikmu sepenuhnya, William," balas Lyra dengan penuh keyakinan.