Istri sebatas harapan
Kulirik dingin Farid, lalu tak lama tiga perempuan berhijab datang, dari ID Card yang dikenakan, mereka bekerja di gedung sebelah, sepertinya tau info ada bazar mereka mampir ke gedung ini.
“Lihat-lihat dulu, ya, Mbak, berapa harganya?” tanya salah satunya.
“Empat puluh, Mbak. Silakan lihat-lihat, mau dicoba dulu juga boleh. Ada bros juga, semua sama harganya lima belas ribu aja persatuannya.” Mereka tak percaya, pasti berpikir’murah sekali’, ya, memang, karena niatku awalnya hanya ingin mencari tau tentang Siska, bukan jualan, tetapi malah gagal. Setidaknya balik modal sudah cukup.
Bab Populer