Ada sesuatu yang sangat memuaskan tentang bagaimana 'Happiness' mengikat semua unsurnya di akhir cerita. Meskipun awalnya penuh ketegangan dan misteri, klimaksnya justru memberikan rasa penutupan yang hangat. Karakter utama akhirnya menemukan kedamaian setelah melalui berbagai konflik batin, dan hubungan antar karakter diselesaikan dengan cara yang tidak terduga tapi sangat manusiawi.
Yang paling kusuka adalah bagaimana penulis tidak mengambil jalan pintas dengan ending cliché. Alih-alih memaksakan kebahagiaan sempurna, endingnya justru realistis—ada rasa pahit manis yang membuatnya terasa lebih autentik. Adegan terakhir di taman, dengan percakapan sederhana antara dua karakter utama, benar-benar meninggalkan kesan mendalam tentang arti kebahagiaan sesungguhnya.