Pelangkah Tanpa Syarat
kata Ismaya, calon istri Landu itu masih memperlihatkan wajah prihatinnya.
Aku hanya mengangguk tak berdaya.
“Ya, pasti sakit, biar dapet pelajaran kalau otak itu berharga!” kata ibu.
Kupejamkan mata saat ibu bicara, aku tidak ingin mendengarkan apa pun ucapannya.
Kumohon Bu, aku pusing! Kuharap ibu bisa mendengar kata batinku.
“Oh ya, Ismaya, gimana lamarannya besok, kayaknya nggak bisa sama Mbak Mina!” kata Landu mulai serius membicarakan lamaran untuk calon istrinya.
인기 회차