Pembalasan Sang Pewaris
Ya, mereka melihat ke arah Elektra karena begitu ringan lidah Elektra menyebut nama Ankara begitu saja.
“Ya!” jawab Ankara membuat Elektra terkejut.
Melihat raut wajah Elektra yang kebingungan serta ketakutan di sana, membuat Ankara menghela napas kasar. “Seharusnya kau sudah tahu,” ucap Ankara berusaha untuk menenangkan putrinya. “Tidak perlu kaget, kau harus membiasakan. Dalam darahmu mengalir darah mafia turun temurun dari nenek moyang kita. Kau tidak bisa mengelak hal itu, kau adalah pewaris semua yang kumiliki, termasuk organisasi ini.”