menyusui sang pewaris tahta
Suaranya sampai serak, memeluk tubuh ibunya yang kini terbujur kaku.
Zahra menatapnya dari ujung ruangan. Badannya menggigil, melihat sang mertua yang biasanya nampak gagah kini menangisi kepergian ibunya bak anak kecil. Seperti melihat masa lalunya, kala itu menangisi kepergian ibu dan ayahnya tercinta. "Ibu, bagaimana kami harus melanjutkan hidup tanpamu!" Tangis Zahra kecil, bersama adiknya yang belum mengerti apa itu artinya meninggal dunia. Merasa ibunya hanya akan tertidur lalu nantinya terbangun lagi. Tidak sadar, dirinya sudah menjadi piatu kala itu. Lalu kepergian sang ayah, yang belum sempat merasakan kemewahan yang kini dinikmatinya. "Jangan pergi ayah, aku tidak bisa hidup tanpa
Hot Chapters