Selir Yang Terlupakan
Di atas batu itu tertulis kalimat yang sederhana namun bermakna dalam:
"Langit yang sama menaungi kita. Tanah yang sama memikul beban kita. Dan hati yang sama — penuh kasih — yang menyelamatkan kita."
Pada hari peresmian kota baru itu, ribuan orang berkumpul di taman itu. Tidak ada upacara mewah, tidak ada pakaian emas dan permata. Semua orang berdiri di atas tanah yang sama, mengenakan pakaian sederhana, dan merayakan bukan kemenangan atas musuh, melainkan kemenangan atas kesedihan dan keputusasaan.
Hongwu berdiri di hadapan mereka, dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia berbicara bukan sebagai Kaisar, melainkan sebagai seorang pria yang pernah berdiri di tempat yang sama dengan merek