تسجيل الدخولHai, Kenalan dulu... namaku Sandra Bayu Hutama. Anak arsitek yang baru lulus yang mulai kerja 3 bulan dalam biro arsitek Ruanna milik Anna Gunadi. Kalian pasri kenal dia kan? Anna Gunadi? Seorang arsitek jenius yang terkenal dengan julukan Madam Devil. Sebenarnya hidupku ok-ok saja sih, tapi.. melihat nominal gaji dan tekanan pekerjaan yang berat, kini aku mulai mempertanyakan tentang nasibku. Apalagi... bossku itu. Seumur hidupku, aku belum pernah berjumpa dengan orang seperti Madam Devil. Karyanya memang luar biasa, tapi.... sttt... sifatnya itu loh! Beliau perfeksionis dan suka seenaknya sendiri. Jangan tanya jika beliau memikirkan nasib orang lain! Itu pasti tidak pernah ada dalam kamusnya. Ingat!! Semuanya harus perfect! Salah sedikit saja, auto pecat = pengangguran ! Masalahnya..., penderitaanku tidak berhenti sampai situ saja. Aku terjebak menjadi asisten pribadi seorang pria bernama Steven Joshua. Sang tangan kanan Madam Devil dengan kelakuan yang ga berbeda jauh dari atasannya. Ya... kuakui dia memang pria tampan. Proporsi wajahnya sempurna, tapi sayang... brrrrr.... dingin, jahil dan menyebalkan. Steven hampir membuatku berteriak karena frustasi setiap hari. Karena dia, aku harus melalui kejadian-kejadian gila dalam hidupku. Menjadi umpan, hampir dipukuli preman, serta harus memenangkan sebuah tender proyek arsitektur. Belum lagi... ketika aku mulai penasaran dengan masa lalunya yang misterius.
عرض المزيدAndrea menaruh dagunya tepat pada topangan tangannya. Sambil memandangi bulan yang bersinar indah, pikirannya melayang-layang entah kemana. Diambilnya kedua amplop yang berada di atas meja belajarnya. Sebuah amplop coklat berisi panggilan test beasiswa yang akan menjadi masa depannya, dan satu amplop lagi yang sudah berisi surat pengunduran dirinya yang akan diberikannya pada Daniel esok hari. "Mungkin memang sudah jalannya, ini yang terbaik, Andrea, yang terbaik," bisik Andrea untuk menghibur dirinya sendiri. Sesungguhnya Andrea ingin keluar saat semuanya selesai, tetapi perkataan Daniel tadi siang membuatnya sadar. Seberapa lamanya Andrea berada di sisi Daniel untuk membantunya, pada akhirnya ia memang harus meninggalkannya. Saat ini, atau nanti, tidak menjadi masalah. "Tok..., tok...,tok...," pintu kamar Andrea berbunyi. "Masuk," kata Andrea mempersilahkan bapak untuk masuk kamarnya. "Dea, Bapak bikinin teh hangat untuk kamu," kata Bapak sambil menaruh segelas teh di atas meja
Tanganku mulai merogoh ke dalam saku jas, mencari benda yang dengan susah payah kudapatkan hari ini. Aku tahu, pengumumannya sudah keluar dan kami kalah. Agak berat untuk diterima, tapi, sama seperti apa kukatakan sebelumnya... aku tidak peduli. Aku sudah berusaha dan tetap akan berusaha lebih keras lagi. Bagaimanapun juga, aku akan mencari cara agar kita berdua dapat keluar dari jeratan Madam Devil. Aku tahu, perjuanganku masih sangat panjang. Tapi saat ini, ada hal penting yang harus kulakukan. Dan aku tidak mau menundanya lebih lama. Ok, Steven! Sekarang, kamu tinggal mengatakannya. Sandra Bayu Hutama, maukah engkau menikah denganku? Mudah bukan? Tapi...tunggu! Apa cukup jika hanya denga kata-kata seperti itu saja? Apa aku harus menambahkan sedikit kata-kata yang lebih poetic agar peristiwa ini lebih berkesan? Sandra, o sayangku...? Hiiiii, kenapa itu terdengar menjijikan, kurang manly, dan... oh Shit!! Komohon, otak... jangan malas! Ayo bantu aku! Apa yang harus kukatakan padanya?
"Andrea, gue udah nungguin lo dari tadi, eh.., baru nongol sekarang," kata Pak Mamat divisi ME di rumah sakit ini. "Sorry Pak, tadi pagi bu Novi sudah ngabarin, cuma saya aja yang kelupaan," jawab Andrea sambil mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda permintaan maaf. "Ya udah, nih, barang lo udah gue benerin. Cek dulu aja!" kata Pak Mamat sambil memberikan sebuah raket listrik alat penangkap nyamuk pada Andrea. Andrea segera mencari nyamuk kecil yang sudah sejak tadi berdenging di telinganya. Diayunkannya raket itu dan dengan seketika, suara keras dan kilatan listrik muncul dari alat tersebut. "TEK!" bunyi keras muncul ketika alat itu mengenai seekor serangga. "Tuh, udah bagus kan? Gue bilang juga apa," kata Pak Mamat begitu melihat alat itu sudah kembali berfungsi dengan baik. "Makasih Pak. Ng..., saya harus bayar berapa untuk biaya perbaikannya?" tanya Andrea. "Ah, Ga usah, raket lo sih masih bagus, cuma baterenya aja yang melendung. Pas kemaren ada tetangga yang raket nya
Baru satu jam ia resmi bekerja dengan Daniel, Andrea mulai menyesali keputusannya. Baru saja ia memberikan surat pengunduran diri pada Bu Novi, Daniel sudah menyeretnya pergi tanpa memberikannya waktu untuk mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan lainnya. Andrea masih tidak enak hati melihat kegundahan di hati bu Novi, sepertinya perempuan malang itu akan menerima banyak komplain hari ini karena pengunduran diri Andrea yang serba tiba-tiba. Untung saja, foto bersama Daniel Leo, cukup dapat menghibur hati Bu Novi di hari buruknya ini.Dan sialnya, bagi Andrea, kejadian buruk di hari ini masih akan terus berlangsung. Melihat Daniel berjalan keluar rumah sakit, beberapa fans dan wartawan sudah menunggunya di koridor luar rumah sakit."Daniel!!!" teriak mereka memanggil nama idola mereka.Melihat kerumunan banyak orang, Andrea merasa begitu tidak nyaman. Ia ingat terakhir kali ia betemu dengan fans-fans Daniel, kejadian yang berakhir dengan perundungan menyebalkan. Setelah beberapa
Rahayu tidak percaya dengan apa yang baru saja disaksikan kedua matanya, ketika mengantarkan teh hangat pesanan Selena. Berada di dalam suasana tidak tepat, membuat Rahayu sedikit merasa tidak nyaman. Ia segera melangkahkan kakinya mundur ke belakang, dan kembali ke dapur, sambil berusaha melupakan
Ini adalah tidur terpulas Selena selama satu bulan ini. Beberapa bagian tubuhnya masih terasa pegal-pegal, tetapi setidaknya badannya sudah terasa lebih segar hari ini. Selena menarik nafasnya dalam-dalam dan dihembuskannya perlahan-lahan, cuaca Jakarta hari pagi ini sangat cerah dengan matahari yan
Malam itu terasa begitu panjang, terutama bagi Selena yang menahan seluruh ketidak beruntungannya. Keringatnya bercucuran mengalir seperti air terjun, dan tidurnya begitu gelisah akibat suhu badannya yang tidak menentu.Raymond mengambil handuk dari dalam tas ransel, membasahinya dengan air minum di
"Selena, Selena, bangun, sudah sampai!"Selena perlahan-lahan membuka matanya yang terasa begitu berat. Diusapkan kedua matanya untuk membantunya segera tersadar."Ray...?" panggil Selena lemah."Ya, sayang...?" jawab Raymond lebut." Ini dimana sih?" tanya Selena yang mulai menyadari situasi di sekitar












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعات