Menaklukkan Suami Jahat
Dia takut Arthur bisa melihat ke dalam jiwanya, bisa menebak apa yang dia pikirkan, bisa menemui sosok Helenina Baron yang begitu menyedihkan.
Kata orang, mata adalah jendela kejujuran. Dan saat lidah sangat pandai berkelit, mata tidak bisa berbohong.
“Kita tidak akan bertemu dalam dua minggu ke depan,” kata Arthur tiba-tiba, menyela pemikiran Helenina itu.
Helenina sontak menoleh, menatap Arthur, dahinya mengernyit.
Sebuah senyum terbentuk di bibir Arthur, karena berhasil membuat Helenina menatapnya. “Nah, begini,” dia berkata. “Bukankah ini mudah?”